Jaringan komputer atau
Computer Network atau juga disebut jaringan adalah kumpulan komputer dan alat-alat lain yang saling dihubungkan bersama menggunakan media komunikasi tertentu. Informasi yang melintas sepanjang media komunikasi, memungkinkan pengguna jaringan untuk saling bertukar data atau menggunakan perangkat lunak maupun perangkat keras secara berbagi. Masing-masing komputer atau alat-alat lain yang dihubungkan pada jaringan disebut node. Jaringan dapat terdiri dari puluhan, ratusan atau bahkan ribuan node.
MANFAAT JARINGAN KOMPUTER
- Mepermudah berkomunikasi agar lebih efisien.
- Mempercepat proses berbagi data/bertukar data.
- Membantu memberikan informasi yang up to date.
- Manajemen sumber daya akan lebih efisien.
- Perlindungan data dan informasi.
JENIS JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer dapat dikelompokkan berdasarkan luas area yang dapat dijangkau atau dilayani. Secara umum jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. LAN (Local Area Network)
LAN adalah suatu jaringan yang terbatas
pada daerah yang relatif kecil. LAN biasanya terbatas pada daerah
geogeafi tertentu, seperti laboratorium, sekolah, kantor, atau gedung.
Meskipun demikian, perancangan LAN tidak cukup mudah, karena sebetulnya
LAN dapat berisi sampai ratusan komputer yang harus dapat digunakan oleh
ribuan pengguna.
Dalam
konfigurasi LAN tertentu, satu komputer dirancang sebagai server.
Server menjalankan semua perangkat lunak yang digunakan untuk
mengendalikan jaringan, serta menyimpan perangkat lunak yang dapat
dipakai bersama oleh komputer-komputer yang dihubungkan pada jaringan.
Semua komputer
yang terhubung ke server pada jaringan disebut dengan workstation.
Workstation merupakan komputer standar yang dikonfigurasi menggunakan
kartu jaringan, perangkat lunak jaringan dan kabel-kabel yang diperlukan
untuk menghubungkannya ke server. Workstation tidak selalu membutuhkan
floppy disk atau harddisk sebab file dapat disimpan pada server.
Umumnya LAN menggunakan kabel untuk menghubungkan NIC (Network
Interface Card) yang ada pada masing-masing komputer workstation.
2. MAN (Metropolitan Area Network)
Suatu MAN meliputi area geografis yang
lebih luas, seperti suatu kota. Dengan interkoneksi jaringan dalam
area geografis yang luas informasi dapat disebarkan secara mudah melalui
jaringan. Dengan MAN suatu komputer dikantor cabang dapat berhubungan
dengan server komputer yang ada pada kantor pusat melalui jaringan
telepon, kabel koaksial atau komunikasi tanpa kabel. Sebagai contoh jaringan kantor cabang sebuah bank didalam sebuah kota besar dihubungkan antar satu dengan lainnya.
3. WAN (Wide Area Network)
Suatu WAN meliputi area geografi yang lebih luas lagi, yang meliputi suatu negara atau dunia. Umurnya jaringan ditempatkan pada banyak lokasi yang berbeda. WAN digunakan untuk menghubungkan banyak LAN yang secara geografi terpisah. WAN dibuat dengan cara menghubungkan LAN menggunakan layanan seperti leased lines, dial-up, satelit atau layanan packet carrier. WAN mungkin merupakan jaringan sederhana dengan hanya menyediakan modem dan server, sehingga user dapat melakukan dial-up, atau merupakan jaringan yang kompleks yang menghubungkan ratusan kantor cabang. Misalnya sebuah kantor di Indonesia bisa menghubungi kantor pusatnya yang ada di luar negeri.
KOMPONEN/PERALATAN JARINGAN
Peralatan yang digunakan dalam suatu jaringan sangat tergantung pada konfigurasi yang digunakan untuk menyusun jaringan, jenis media tranmisi data, sera besar kecilnya jangkauan jaringan. Secara garis besar peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Sever
Server adalah komputer yang melayani semua komputer atau terminal yang terhubung dengannya.
Suatu server merupakan hati dari jaringan. Server biasanya merupakan
komputer berkecepatan tinggi dengan kapasitas memori (RAM) dan simpanan
yang besar, dan dihubungkan dengan kartu jaringan yang cepat
(fast
network interface). Sistem operasi jaringan bekerja pada komputer
server tersebut, bersama perangkat lunak aplikasi serta file data yang
diperlukan.
2. Workstation
Semua komputer yang terhubung ke server pada jaringan disebut dengan workstation.
3. NIC/
Network Interface Card
NIC atau kartu antarmuka jaringan atau kartu jaringan merupakan peralatan yang memungkinkan terjadinya hubungan antara jaringan dengan komputer workstation atau jaringan dengan komputer server. NIC merupakan faktor yang sangat menentukan kecepatan serta kinerja suatu jaringan. Ada beberapa NIC yang sering digunakan dalam jaringan yaitu :
- kartu Token Ring
- kartu Lokal Talk
- kartu Ethernet
- kartu WLAN
4. HUB/Konsentrator
Konsentrator adalah perangkat untuk menyatukan kabel-kabel jaringan dari tiap workstation, server, atau perangkat lainnya
5. Repeater
Berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel lalu memancarkan kembali sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain. Dengan demikian jarak antara kabel dapat diperpanjang.
6. Bridge
Fungsi dari perangkat ini hampir sama dengan repeater, tetapi bridge mampu menghubungkan antar jaringan yang menggunakan transmisi berbeda. Misalnya, jaringan ethernet baseband dengan ethernet broadband. Bridge juga dapat pula menghubungkan jaringan yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda. Bridge dapat mengetahui alamat setiap komputer pada tiap-tiap jaringan.
7. Router
Router merupakan perangkat yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih jaringan yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan dari paket yang melewatinya dan memutuskan rute yang akan dilewati paket tersebut untuk sampai ke tujuan. Router mengetahui alamat masing-masing komputer dilingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridge dan router lainnya.
8. WAP/
Wireless Access Point
Wap adalah peralatan yang berfungsi sebagai pusat komunikasi data dalam jaringan WLAN/Wireless LAN. Dalam Mode operasi yang umum digunakan (Infrastructure Mode), semua server wireless berkomunikasi dengan workstation atau dengan server lain melalui WAP. Dalam pengoperasian ini WAP berfungsi sebagai switch atau hub pada jaringan yang menggunakan media transmisi kabel.
9. Kabel
Setiap kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda.
TOPOLOGI JARINGAN
Topologi atau arsitektur jaringan merupakan pola hubungan antar terminal dalam suatu sistem jaringan komputer. Topologi ini akan mempengaruhi tingkat efektifitas kinerja jaringan. Ada beberapa jenis topologi yang dapat diimplementasikan dalam jaringan. Namun bentu topologi yang utama adalah
1. Topologi Bus
Merupakan topologi yang menghubungkan semua terminal ke satu jalur komunikasi yang kedua ujungnya ditutup dengan terminator. Terminator adalah perangkat yang menyediakan resisteansi listrik untuk menyerap sinyal pada akhir transmisi sambungan agar sinyal tidak terlontar kembali dan diterima lagi oleh stasiun jaringan.
Keuntungan :
- Murah karena tidak memakai banyak media dan kabel yang dipakai sudah umum.
- Setiap komputer dapat saling berhubungan langsung.
Kerugian : Sering terjadi hang (cras talk) ketika lebih dari satu pasang memakai jalur di waktu yang sama.
2. Topologi Ring
Pola dari topologi ring hampir sama dengan topologi bus, tetapi kedua terminal yang berada di ujung saling dihubungkan sehingga hubungan antar terminal berlangsung dalam suatu lingkaran tertutup.
Keuntungan :
- Kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat diatasi dengan jalur yang masih terhubung.
- Penggunaan sambungan point to point membuat trasmission error dapat diperkecil.
Kerugian : Transfer data menjadi lambat bila data yang dikirim melalui banyak komputer.
3. Topologi Star
Pada topologi star, terdapat sebuah terminal pusat (hub/switc) yang mengatur dan mengendalikan semua kegiatan komunikasi data. Trafik data mengalir dari node ke terminal pusat dan diteruskan ke node (station) tujuan.
Keuntungan :
- Akses ke station lain (client atau server) cepat.
- Dapat menerima workstation baru selama port di central node (hub/switc) tersedia
- (Hub/switc) bertindak sebagai konsentrator.
- (Hub/switc) dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan.
- Mendukung user yang banyak dibanding topologi bus maupun ring.
Kerugian : Bila trafik data cukup tinggi dan terjadi collision, semua komunikasi akan ditunda dan koneksi akan dilanjutkan / dipersilahkan dengan cara random ketika hub/switch mendeteksi tidak ada jalur yang sedang digunakan.